Pilihan yang Terbaik

Friday, 13 June 2008

Beberapa hari lalu di Jakarta, saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli & penjual yang sedang tawar menawar sebuah kalung mutiara yg indah, setelah beberapa saat, si pembeli akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya harga barang tersebut mahal. Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi. Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan keluar.

Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi ?

Barang yang sama, tapi dipersepsikan berbeda oleh dua orang. Tentu, yg membedakan persepsi keduanya adalah UANG yg dimiliki oleh masing-2 orang. Makin banyak uang yang anda miliki, tentu semakin murah harga barang tersebut dimata anda.

Apa yang kira-2 dilakukan oleh orang pertama setelah gagal menawar barang tersebut? Bila dia serius ingin beli barang tersebut, mungkin dia akan mulai masuk ke toko-2 lain, mencari-2 yang lebih murah. Bila setelah ‘berjuang’ keliling dan tidak juga menemukan barang yang harganya sesuai dengan isi kantongnya, mungkin dia mencoba mencari di tempat lain, atau mungkin juga mengurungkan niat untuk membelinya…. Fokus dari orang pertama ini adalah lebih kepada jumlah uang yang dia miliki, dibanding dengan nilai dari barang tersebut bagi dirinya.

Jika merujuk kepada teori Rich Dad-nya Kiyosaki, dikatakan disana bahwa KEBANYAKAN org (manusia secara rata-rata) melihat dr seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang SUKSES melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Dalam lingkup kehidupan, bukankah sebagian besar dari kita juga memiliki SIKAP spt orang pertama itu? Saat kita menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang ‘kecil’ ini mendapat masalah seberat itu.

James Gwee dlm Ultimate Power Motivation mengatakan, BAHWA YG MENJADI POKOK PERSOALAN BUKAN BESAR KECILNYA MASALAH, TAPI BESAR KECILNYA VALUE ANDA. Begitu value anda ditingkatkan, maka mslh tersebut akan menjadi kecil di mata. Bukankah anda saat ini sudah sangat mahir makan dengan sendok dan garpu, suatu hal yang menjadi masalah besar saat anda berusia dua tahun?

Sebagai contoh, ada dari kita yang mungkin berkata,”Karena kemampuan bahasa Inggris saya jelek, saya jadi tidak tertarik membaca buku bahasa Inggris. Kalau ada terjemahannya, mungkin saya mau baca”. Standard bahasa Inggris mereka sudah DIPATOK di nilai tertentu, dan daripada meningkatkan value standardnya, mereka lebih memilih buku terjemahan yang ‘lebih sesuai’ dengan standard mereka. Di sisi lain, ada dari kita yg berusaha ‘tingkatkan value’ standard mereka dengan memaksa diri membaca buku bahasa Inggris sambil membuka-2 kamus.

TIDAK ADA YANG SALAH dengan pilihan anda, apakah mau mematok standard atau meningkatkan standard value anda. Ini semua hanyalah pilihan anda pribadi dalam hidup. Hanya saja, APABILA anda mematok standard anda di satu titik tertentu, JANGAN mengeluh thdp kerasnya kehidupan dan masalah yang datang kepada anda. INGAT, bukan besar kecilnya masalah yang menjadi pokok dalam kehidupan ini, TAPI besar kecilnya value anda.

Dan ada satu prinsip yang luar biasa yang dikatakan Andrie Wongso tentang hal ini, “KALAU ANDA KERAS TERHADAP DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN LUNAK KEPADA ANDA. SEBALIKNYA APABILA ANDA LUNAK KEPADA DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN KERAS KEPADA ANDA”.

Jadi, lakukan Pilihan yang Terbaik & dapatkan hasilnya.

Entry Filed under: Tentang Kehidupan. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

June 2008
M T W T F S S
    Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Files Upload

Free Domain

Free Domain

Blogroll

Feeds

Tracking

Categories

Archives