Archive for June 13th, 2008

Humor

Kita dilahirkan dan tumbuh bersama2, kita juga merasakan kesenangan sama2, tapi Kenapa elu mesti Mati
duluan?? Ratap kakek 70 thn sambil mandangin burungnya”.

Tentara Amerika masuk ke toko di Bagdad : “Condom please, size XL!” Penjaga toko jawab: “Sorry Sir, no
kid’s size, we have only XXL or XXXL here!”

Seorang Pria dgn terburu2 masuk ke WC Wanita dan si wanita menegur: “THIS IS FOR LADIES!!”. Si pria enggak kalah sengit sambil menunjuk ke ‘anunya’ menjawab: “THIS IS FOR LADIES TOO !!!”

Pembantu ketemu kondom bekas lalu tanya: “Nyonya ini apa??”
Nyonya: “Kalian orang desa gak pernah main cinta!!”
Pembantu: “Pernah nyonya, cuma gak sampe kulitnya ngelupas!” menakutkan. . .

Survey membuktikan bahwa Pria akan lebih gemuksetelah menikah daripada Wanita.
Karena Pria tiap malam dpt jatah: 2 Susu, 2 Paha, dan 1 Kue Apem, sedangkan Wanita hanya 2 Telor Puyuh 1
Pisang Molen.

Seorang anak Betawi yg baru pulang dari Amrik
pamer: “Be, di sana ada mesin yg masuk daging keluar sosis.”
Babenya bales: Enyak lu lebih hebat, masuk sosis keluar ente!!!

Orang Gila ditegur Orang Sumbing:
“Dasar gila, celana difake tutufin fala bukan difake tutufin fantat.
Jawab orang gila: “Lu yang gila, bibir bagus2 pake digunting!!”

KONDOM protes pada SOFTEX:
“Ketika elu lagi dipake, penjualan gue anjlok selama 7 hari”
Jawab Softex: “Ah baru 7 hari, kalo lu bocor sekali aja, penjualan gue Mandeg 9 bulan, tau!!”

Add comment Friday, 13 June 2008

Ah, Eh, Sayang

Sepasang pasutri yang sudah tua diundang dalam sebuah perjamuan makan oleh tetangganya yang juga tergolong senior. Sang suami dengan penuh kasih selalu mengawali setiap permintaan kepada isterinya dengan kata-kata, “Manis, Kekasihku, Kesayanganku, Isteriku yang tercinta dan sebagainya.”

Tetangga-tetangga mereka semuanya merasa terkesan, karena pasangan itu telah menikah hampir tujuh puluh tahun. Ketika sang isteri yang tua itu berada di dapur, seorang tetangga berkata kepada sang suami tua itu, “Sungguh luar biasa bahwa setelah demikian lamanya menikah, kamu masih menyebut isterimu dengan kata-kata yang penuh kasih mesra itu!”

Sang suami yang tua itu menundukkan kepalanya dan berkata, “Sebenarnya, aku sudah lupa nama isteriku sejak 10 tahun yang lalu.”

Add comment Friday, 13 June 2008

GROW YOUR VALUE

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak. Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain, namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya, “Mengapa kau bisa melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku, padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun ukuran tubuh?” Belalang itu menjawabnya dengan pertanyaan, “Dimanakah kau tinggal selama ini? Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti bisa melakukan seperti yang aku lakukan.”

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah juga mengalami hal yang sama dengan belalang tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, traumamasa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman, tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita. Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap kali lebih memilih mempercayai mereka daripada mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak bisa bebas jika ada “sesuatu” yang mengikat kakinya, padahal “sesuatu” itu bisa jadi hanya seutas tali kecil…

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami. Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit memang, lelah memang, tapi jika Anda sudah sampai di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang dipilihkan orang lain untuk Anda.

KARENANYA..GROW YOUR VALUE

Add comment Friday, 13 June 2008

Pilihan yang Terbaik

Beberapa hari lalu di Jakarta, saya kebetulan masuk di sebuah toko perhiasan dan selintas melihat percakapan yang menarik antara seorang pembeli & penjual yang sedang tawar menawar sebuah kalung mutiara yg indah, setelah beberapa saat, si pembeli akhirnya memutuskan untuk keluar dari toko itu, karena dianggapnya harga barang tersebut mahal. Selang beberapa menit kemudian, ada pembeli lain yang masuk, dan kemudian mengamati kalung mutiara yang tadi. Dia kemudian mencoba sejenak di lehernya, dan setelah dirasa cocok, tanpa tawar menawar langsung dibayarnya barang tersebut dan keluar.

Apa yang menarik dari kedua kejadian tadi ?

Barang yang sama, tapi dipersepsikan berbeda oleh dua orang. Tentu, yg membedakan persepsi keduanya adalah UANG yg dimiliki oleh masing-2 orang. Makin banyak uang yang anda miliki, tentu semakin murah harga barang tersebut dimata anda.

Apa yang kira-2 dilakukan oleh orang pertama setelah gagal menawar barang tersebut? Bila dia serius ingin beli barang tersebut, mungkin dia akan mulai masuk ke toko-2 lain, mencari-2 yang lebih murah. Bila setelah ‘berjuang’ keliling dan tidak juga menemukan barang yang harganya sesuai dengan isi kantongnya, mungkin dia mencoba mencari di tempat lain, atau mungkin juga mengurungkan niat untuk membelinya…. Fokus dari orang pertama ini adalah lebih kepada jumlah uang yang dia miliki, dibanding dengan nilai dari barang tersebut bagi dirinya.

Jika merujuk kepada teori Rich Dad-nya Kiyosaki, dikatakan disana bahwa KEBANYAKAN org (manusia secara rata-rata) melihat dr seberapa besar pendapatannya, lalu menekan pengeluarannya, sedang orang SUKSES melihat dari sisi pengeluarannya, lalu meningkatkan pendapatannya.

Dalam lingkup kehidupan, bukankah sebagian besar dari kita juga memiliki SIKAP spt orang pertama itu? Saat kita menghadapi masalah, kita selalu mengeluh mengapa kita yang ‘kecil’ ini mendapat masalah seberat itu.

James Gwee dlm Ultimate Power Motivation mengatakan, BAHWA YG MENJADI POKOK PERSOALAN BUKAN BESAR KECILNYA MASALAH, TAPI BESAR KECILNYA VALUE ANDA. Begitu value anda ditingkatkan, maka mslh tersebut akan menjadi kecil di mata. Bukankah anda saat ini sudah sangat mahir makan dengan sendok dan garpu, suatu hal yang menjadi masalah besar saat anda berusia dua tahun?

Sebagai contoh, ada dari kita yang mungkin berkata,”Karena kemampuan bahasa Inggris saya jelek, saya jadi tidak tertarik membaca buku bahasa Inggris. Kalau ada terjemahannya, mungkin saya mau baca”. Standard bahasa Inggris mereka sudah DIPATOK di nilai tertentu, dan daripada meningkatkan value standardnya, mereka lebih memilih buku terjemahan yang ‘lebih sesuai’ dengan standard mereka. Di sisi lain, ada dari kita yg berusaha ‘tingkatkan value’ standard mereka dengan memaksa diri membaca buku bahasa Inggris sambil membuka-2 kamus.

TIDAK ADA YANG SALAH dengan pilihan anda, apakah mau mematok standard atau meningkatkan standard value anda. Ini semua hanyalah pilihan anda pribadi dalam hidup. Hanya saja, APABILA anda mematok standard anda di satu titik tertentu, JANGAN mengeluh thdp kerasnya kehidupan dan masalah yang datang kepada anda. INGAT, bukan besar kecilnya masalah yang menjadi pokok dalam kehidupan ini, TAPI besar kecilnya value anda.

Dan ada satu prinsip yang luar biasa yang dikatakan Andrie Wongso tentang hal ini, “KALAU ANDA KERAS TERHADAP DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN LUNAK KEPADA ANDA. SEBALIKNYA APABILA ANDA LUNAK KEPADA DIRI ANDA, MAKA KEHIDUPAN AKAN KERAS KEPADA ANDA”.

Jadi, lakukan Pilihan yang Terbaik & dapatkan hasilnya.

Add comment Friday, 13 June 2008

Setiap Harimu Adalah Hari Istimewa

Sahabatku membuka laci tempat istrinya menyimpan pakaian dalam dan membuka bungkusan berbahan sutra “Ini, ……”, dia berkata, “Bukan bungkusan yang asing lagi”. Dia membuka kotak itu dan memandang pakaian dalam sutra serta kotaknya. “Istriku mendapatkan ini ketika pertama kali kami pergi ke New York, 8 atau 9 tahun yang lalu. Dia tidak pernah mengeluarkan bungkusan ini. Karena menurut dia, hanya akan digunakan untuk kesempatan yang istimewa.

Dia melangkah dekat tempat tidur dan meletakkan bungkusan hadiah didekat pakaian yang dia pakai ketika pergi ke pemakaman. Istrinya baru saja meninggal.
Dia menoleh padaku dan berkata : “JANGAN PERNAH MENYIMPAN SESUATU UNTUK KESEMPATAN ISTIMEWA, SETIAP HARI DALAM HIDUPMU ADALAH KESEMPATAN YANG ISTIMEWA !”

Aku masih berpikir bahwa kata-kata itu akhirnya mengubah hidupku. Sekarang aku lebih banyak membaca dan mengurangi bersih-bersih. Aku duduk di sofa tanpa khawatir tentang apapun. Aku meluangkan waktu lebih banyak bersama keluargaku dan mengurangi waktu bekerjaku. Aku mengerti bahwa kehidupan seharusnya menjadi sumber pengalaman supaya bisa hidup, tidak semata-mata supaya bisa survive (bertahan hidup) saja.

Aku tidak berlama-lama menyimpan sesuatu. Aku menggunakan gelas-gelas kristal setiap hari. Aku akan mengenakan pakaian baru untuk pergi ke Supermarket, jika aku menyukainya. Aku tidak menyimpan parfum specialku untuk kesempatan istimewa, aku menggunakannya kemanapun aku menginginkannya. Kata-kata “Suatu hari .” dan Satu saat nanti …..”sudah lenyap dari kamusku. Jika dengan melihat, mendengar dan melakukan sesuatu ternyata bisa menjadi berharga, aku ingin melihat, mendengar atau melakukannya sekarang.

Aku ingin tahu apa yang dilakukan oleh istri temanku
apabila dia tahu dia tidak akan ada di sana pagi berikutnya, ini yang tak seorangpun mampu mengatakannya. Aku berpikir, dia mungkin sedang menelepon rekan-rekannya serta sahabat terdekatnya. Barangkali juga dia menelpon teman lama untuk berdamai atas perselisihan yang pernah mereka lakukan. Aku suka berpikir bahwa dia mungkin pergi makan Martabak Spesial, makanan favoritnya. Semua ini adalah hal-hal kecil yang mungkin akan aku sesali jika tak aku lakukan, jika aku tahu waktu sudah dekat.

Aku akan menyesalinya, karena aku tidak akan lebih
lama lagi melihat teman-teman yang akan aku temui, juga surat-surat yang ingin aku tulis Suatu hari nanti”. Aku akan menyesal ! dan merasa sedih, karena aku tidak sempat mengatakan betapa aku mencintai orangtuaku, saudara-saudaraku dan teman2ku. Sekarang, aku mencoba untuk tidak menunda atau menyimpan apapun yang bisa membuatku tertawa dan bisa membuatku menikmati hidup. Dan, setiap pagi, aku berkata kepada diriku sendiri bahwa hari ini akan menjadi hari istimewa. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, adalah istimewa.

Apabila kamu mendapatkan pesan ini, itu karena
seseorang peduli padamu, dan karena mungkin ada seseorang yang kamu pedulikan. Jika kamu terlalu sibuk untuk mengirimkan pesan ini kepada orang lain dan kamu berkata kepada dirimu sendiri bahwa kamu akan mengirimkannya “Suatu saat nanti”, ingatlah bahwa “Suatu saat” itu sangat jauh ……. Dan mungkin tidak akan pernah datang.

Add comment Friday, 13 June 2008


 

June 2008
M T W T F S S
    Aug »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Files Upload

Free Domain

Free Domain

Blogroll

Feeds

Tracking

Categories

Archives